Photobucket

Minggu, 02 Maret 2014

surat bulan Maret dari Nona planet Mars

Dear Tuan,

Nona buatkan surat terakhir sebagai penutup cerita cinta. 
Setelah naik dan turun alur cerita yang Tuan dan Nona tulis dalam sebuah kertas putih polos, yang awalnya hanya putih bersih, hingga caruk maruk penuh dengan warna. 
Dan disinilah perhentian langkah kaki Nona.
Ternyata jalan yang di lalui tidak seseragam sepatu yang di kenakan oleh Tuan dan Nona. 
Penyulut emosi Nona tidak pernah berganti, hanya satu kata yang selalu diteriakan dalam hati dengan bersungut-sungut. Dan Tuan tidak pernah berhenti menyulut api. 


Tuan ... 



Tuan ....



Ternyata betul kata burung gereja, kalau Nona tidak pantas bersedih, tidak pantas untuk selalu berjalan di bawah awan kelabu. 
Nona adalah gadis maret yang pandai. Lahir dari planet Mars, karena itu dia lahir di bulan Maret dan nama depannya "Mar".


Tuan. Entah seperti apa gambaran dirimu di mata Nona. Rasa rasanya, Nona sudah sangat enggan melihatmu. Tapi ... ketika menulis surat dan mengalun lagu yang mengingatkanmu, Nona akan diam dan menutup kedua telinganya. Karena Nona, membencimu. 




Selamat tinggal Tuan. 
Semoga kau bahagia dengan imajinasimu.


Senyum hangat, Nona bulan Maret. 

Jumat, 10 Januari 2014

HARINYA AYAH

Kalau hari ini di perbolehkan untuk menulis surat cinta, akan kau tujukan kepada siapa ?
Kalau saya, untuk ayah.

Ayah yang berulang tahun pada hari ini. Entah berapa umurnya. Yang penting setidaknya, saya ingat.
Tapi ayah tidak seromantis kekasihmu. Ayah hanya tidak membaca kumpulan puisi Kahlil Gibran, tidak juga membaca novel picisan, bahkan tidak pernah menyentuh novel lupus.

Yang Ayah tahu, hanya lembaran kertas bertinta hitam yang sudah ada setiap pagi di atas meja samping cangkir teh. Bukan kertas berwarna merah muda dengan ukiran hati di ujung kanan bawah atau kertas putih dengan cap bibir. Ah lupakan ide memberikan kertas macam itu pada Ayah!

Dan lagi, Ayah tidak seperti Ibu yang menggoda hadiah ulang tahun berupa kotak berbungkus kertas bergambar balon dengan pita merah melingkar di atasnya. Jika memang yang seperti itu sudah di persiapkan, maka Ayah akan menerimanya dengan biasa, tanpa mimik wajah yang berlebihan atau ucapan terima kasih dengan kata sayang. Ayah ya Ayah.

Ayahku berbeda. Unik tapi tak terlupakan. Seperti setiap cerita di balik ciuman pertama anak remaja.

Lalu apa harus menulis ucapan di berita harian dengan ukuran yang besar, agar di baca ? atau memberikannya hadiah ulang tahun ?

Keinginan Ayah itu sungguhlah berat dan tidak mudah di peroleh, semua juga tahu, kalau Ayah hanya menginginkan anaknya menjadi seperti dirinya. Malah kadang, Ayah hanya ingin anaknya menjadi orang yang lebih dari dirinya.

Bukan barang - barang di etalase atau apapun yang menempel di manekin dengan di banrol harga yang jumlah angkanya berderet. Itu semua bisa Ayah peroleh sendiri dengan mudah.

Ah Ayah! Sulit sekali.

Mungkin memang itu pantas. Semua itu sebanding dengan banyaknya keringat yang Ayah kucurkan untuk memenuhi kebutuhan banyak kepala yang ada di rumah.

Jadi begini saja, bagaimana kalau saya ucapkan dalam hati, karena pasti sampai di hati Ayah. Karena saya buah hati Ayah. Maka hati kita satu.

Dalam hati akan saya ucapkan, " Selamat ulang tahun Ayah kebanggan dan akan selalu jadi kebanggaan dalam hidup, tidak ada yang lebih penting dari cinta Ayah. Sekali lagi, selamat ulang tahun ... "

Sudah begitu saja.


SUPER WI-FI

....
Hujan membisikan kalimat - kalimat yang lambat laun memenuhi lingkaran pada otakku.
Sambil berbisik, cekikikan, menggoda.

Mereka menyerang seperti biasanya membasahi tanah.
Seperti pemburu yang haus darah binatang.

Bibir cangkir kopi seperti ikut nyinyir.
Hanya karena orang - orang bisa berlama - lama menggunakan internet di sini.

" mungkin kekasih mu seperti free wi-fi di sini ... " ujar cangkir kopi manis, sinis.
" Ya betul! cintanya menyebar secara gratis, pantas hatimu miris. " timpal hujan gerimis, sadis.

Seberapa sering kamu mengganti kata sandi, tetap saja. Gratis ya Gratis.
Akan selalu ada seribu satu cara untuk membukanya, lalu kembali menyebar seperti udara dari toples.

Semurah - murahnya pasang internet, tetap saja rasanya berat untuk berbagi.

....

Dan ketika tidak ada lagi suara - suara bisikan sadis yang di ikuti oleh cerahnya langit
Dan ketika suara sinis sudah tidak lagi bergeming, berubah menjadi dingin
Mereka perlahan pergi, satu per satu ...
Meninggalkan, tanpa perduli yang manis, gerimis atau pun gratis.

Lalu akan ada mereka yang bertanya - tanya padamu.

"Kamu masih akan tinggal berapa lama ?" Tanya awan, melawan.


Minggu, 10 November 2013

The passenger

With you is just like waiting for bus. Theres always have a lot of bus passed by me. Always have the other bus with same destination, but in the end I always waiting so patienly for my faith. And you still be my faith. Even I'm waiting longer than I thought.

Worth to be fight ?
I mean, my sacrifice and your sacrifice compare with our mistake. Idk.

Sometimes I wanna ask to God, but I know theres will no answer.

I just wondering, how long I can survive ? how long you and me playing with fire ? how long we'll hurt and hurting each other ? Isn't a joke.

If I may to give up, so I'll do from long time a go.
I'll leave you and take every pieces of my heart and never gave you back.

You never feel what I felt. You never been hurt just because you disappointed with me.
Have you ever imagine, if I do what you did, could you forgive me like what I did or could you survive?

I feel like a loser when I knew you broke my trust again and again. I lose everything when I knew what you did to me. I lose all of positive energy from my self. Its awful.

Why you can't act like a gentleman ? you act like a boys.  are you a boy ?

My dear, how long I should survive ?
Could you stop be a jerk and I'll be whatever you like it. I promise.

I'm bitch and you a jerk. We're perfect couple to be a heartbreaker.
But ... oh come on. We're better than this.

If you would make me hurt, please remember my kindness.
If you would make me hurt, please remember my tears.
And If you would make me hurt, please remember my smile.



Senin, 27 Mei 2013

Setahun Kemarin

Sudah expired kah cintamu ? atau aku ? Belum ..

One year ago, you try to call me. And for the first time I hear ur sexy voice. Yatuhan .. Kalo kata orang love at first sight, mungkin untuk gw love at first call. The reason kenapa saya tertarik sama Tuan bukan sulap bukan sihir, tapi karena suaranya. Cheesy ? IDC.

Saya tidak perduli apa kata orang di luar sana yang bak cenayang memprediksikan ini dan itu. Ada pepatah bilang, whats mean to be will always find a way to be. And here we go. We met in the perfect time.

Saya anggap Tuhan maha adil, ketika itu mempertemukan Nona dan Tuan dengan maksud baik. Bagi saya, Tuan adalah penguat saya, tetapi juga sebagai titik lemah seorang Nona yang menitipkan hatinya di genggaman Tuan.

Dekap perlahan jika cinta.
Remuk sekejap jika benci.

Kata Tuan, semunaya tidak akan terus sama. Mungkin tidak akan ada panggilan tengah malam dan obrolan hingga dini hari seperti setahun kemarin. Tapi semoga saja, tanpa panggilan dari telepon genggam kita masing-masing, hati kita akan terus terhubung seperti kabel telepon rumah.

Terima Kasih Tuhan atas Tuan. 


Selasa, 21 Mei 2013

Life Time

Cinta itu mungkin ada life time nya. Apa iya ?
Mungkin cinta itu sama seperti makanan kaleng atau produk kecantikan.
Awalnya menarik, masih di segel. Setelah di buka segelnya, maka waktu akan terus menentukan masa expired.

Cinta itu tidak pernah cukup. Apa iya ?
Seperti manusia di hamparan pasir, di bawah terik matahari. Haus. Selalu haus.

Kata orang, kalau ingin langgeng, jangan pake drama.
Bodoh.
Cinta itu drama. Roman Picisan.
Jangankan cinta, hidupmu saja drama.
Panggung sandiwara.

Ya ..
Cinta memang memiliki life time.
Tinggal bagaimana si kamu dan aku menentukan, sepanjang apa life time yang dipilih.

Cinta itu tidak akan pernah mati.
Sama seperti awan.
Hanya kadang bersembunyi di tengah malam.

Ah! Siapa saya, bicarakan cinta.
Pujangga bukan.
Hanya anak Hawa yang terlahir atas cinta Adam.

Senin, 13 Mei 2013

Sudah Tidak Lagi

Jika bahagia sudah tidak lagi menjadi alasan
Maka lepaskanlan

Jika cinta sudah tidak lagi tersirat
Maka lupakanlah

Bising derau di alam sana
Menutup telingga tak ingin berdengung

Bibir tak mampu mengecap
Menikmati beragam rasa yang ada

Dimana hangat aliran darahmu
Disitu hanya beku yang terasa

Aku ini hina
Kamu itu maha

Sudah ..
Buang saja ke kubangan

Biar tubuhku menyatu dengan tanah dan kotoran
Hingga kau berdesis merasa jijik

Sudah ..
Pijakan kakimu di atas tubuhku

Biar ku meraung kesakitan
Hingga kau puas melenggang