Photobucket

Rabu, 01 Agustus 2012

Masih Bualan

Masih sayang atau masih mau ?
Masih cinta atau masih nafsu ?

Kita bercinta dengan banyak bualan. Bualan pemanis bercinta.
Aku kehabisan kata untuk membual, untuk membangkitkan gelora asmara dengan bualan bak pujangga.
Kamu masih mahir membual, mengeluarkan kata-kata bualan buaya.

Bisakah jelaskan kepadaku, apa itu cinta ? apa itu sayang ? apa itu rindu ?
Apa arti semua itu, semua, semua, semua ..

Apa itu semua hanya huruf-huruf kecil dengan emoticon di belakangnya yang terkirim dari telepon genggam ? atau itu hanya bualan. Bualan kadaluarsa yang sudah tidak layak pakai ?

Sudah. Robek-robek saja hingga menjadi serpihan, lalu sebarkan di lautan.

Sabtu, 21 Juli 2012

Rindu itu dimana ?

Banyak yang bilang, jika hujan itu adalah suratan rindu. Dimana ada hujan, disitu ada rindu.
Saya juga pernah menulisnya.

Tapi .. aneh!
Belakangan ini, rindu tidak lagi datang dengan hujan. Tidak diiringi suara tetesan air yang berjatuhan diatas genting. Tidak diiringi aroma tanah. Tidak diiringi hembusan angin dingin.
Kemana semua itu ?

Apa rindu tidak lagi sama ?
Tidak lagi romantis, tidak lagi dramatis, tidak lagi manis.

atau mungkin yang sesungguhnya, rindu ini tidak bertuan. Tidak ada alamat untuk disampaikan. Tidak ada wujudnya. Tidak benar ada rasanya.

Saya ingin membeli rindu. Membeli rindu seperti dulu.
Mungkin di super market ada. Ditumpukan bahan organik dengan kemasan yang lebih apik.
Mahal! Karena murni. Tidak menggunakan pengawet, tidak tahan lama.

Jadi ?
Ya, harus segera diracik, dimasak, dan disantap agar lebih nikmat rasanya.
Agar kenyang.


Selasa, 26 Juni 2012

Tak Sejalan

Kapan hati dengan pikiran itu bisa sejalan ?
Yang satu bilang "iya" yang satunya kekeh "tidak"

Ah .. payah.
Kalian begitu bermusuhannya kah ? sampai harus mengorbankan pemiliknya, kocar kacir pikirannya tak menentu.
Bisakah kalian mengajarkan pemiliknya untuk berkata "ya" atau "tidak" dalam waktu yang cepat, agar tidak membuat luka terlalu dalam atau pun melayang terlalu tinggi.

Akan ada banyak suguhan pilihan setiap harinya, beragam, berupa, bermacam ..
Lalu bagaimana ? Bagaimana menjawab ?

"Ya" atau "Tidak"

Sabtu, 23 Juni 2012

Tentang Rasa

Kopi panas tanpa gula, pisang goreng manis hangat.

Mereka saling melengkapi. Yang pahit, mengurangi rasa manis di mulut. Yang manis, mengimbangi pahitnya lidah. Mungkin seharusnya begitu. Ya .. begitu. Melengkapi.

Tapi .. ketika si pisang manis, habis. Dan kopi pahit masih terisi setengah gelas beling.
Apa yang harus di lakukan ? Apa yang dirasakan ?

Pahit.

Terkadang, kopi pahit itu better di minum lebih banyak sebelum memakan pisang goreng, hanya untuk mendapatkan rasa manis yang sempurna nantinya. 





" Kamu kopi. Rasamu, pahit. Aromamu, manis .. "

Kamis, 21 Juni 2012

Pergi

Ketika putihku ternodai tetesan demi tetesan tinta hitam, terayak, menyebar.
Kotor .. Kotor .. dan Kotot ..
Maka, aku pergi dengan segala bersihku.

Ketika mata sudah mengering, kosong tak lembab.
Maka, aku pergi dengan segala air mata.

Ketika aku terjatuh, telungkup hampir terkapar.
Maka, aku akan pergi dengan segala gagahku.

Maaf, aku pergi atas namamu.

Selasa, 22 Mei 2012

TUAN & NONA

Tuan muda melangkahkan kaki mantap seperti serdadu hendak perang / tak hiraukan nona muda menangis merengek meneriakan namanya // Tuan muda kepala batu / nona muda tak kalah batu // Nona muda menjelma seperti tebing karang / Tuan muda bak air di lautan // Tak jarang tuan dan nona menyatu seperti hukum alam / Sayang di sayang tuan muda pasang surut / wajah nona mengkerut cemberut //

Tuan muda genit banyak ikan di lautan / Nona muda murka ikut jelalatan // Ya sudah kita bubaran //

Nevermind

Mendapatkan itu tidak sesulit memperjuangkan.
Melepaskan sama sulitnya dengan menahan.
Mendekap lebih sulit di banding merangkul.
Jujur sama bohong sama-sama pelajaran eksak. Sulit.
Mencintai di atas menyayangi.
Mengorbankan tidak lebih enak dengan dikorbankan.
Dicintai lebih enak dari pada mencintai.
Menunggu lebih baik dari pada ditunggu.
Membangunkan saja dari pada dibangunkan.

Tapi .. sampai kapan harus mempersoalkan itu semua ?
sampai kapan mau jadi yang lebih ?

dan sampai kapan mau jadi yang kurang ? sampai Tuhan menyadarkan.